Skip to content
MANG-Portal MANG-Portal
Ilustrasi Monster Hunter Outlanders menampilkan karakter pemburu dengan senjata besar menghadapi monster bertanduk merah di medan terbuka, latar hutan tropis dengan UI battle di layar ponsel.
News

CBT Global Monster Hunter Outlanders Segera Dimulai: Pendaftaran untuk Pemain Indonesia Dibuka

Setelah uji coba terbatas di NA dan Eropa, Monster Hunter Outlanders membuka pendaftaran CBT global untuk pertama kalinya—termasuk Indonesia. Simak syarat perangkat, jadwal pendaftaran, serta analisis awal soal potensi game mobile ini sebelum masa registrasi berakhir 21 April 2026.

Admin 4 mnt 5 views
Developer
TiMi Studio Group
Publisher
TiMi Studio Group

Sekitar dua pekan tersisa untuk mendaftar, dan tanggal uji coba masih misterius. Ini adalah momen yang sudah lama dinanti oleh penggemar yang merasa bahwa "Monster Hunter Now" kurang terasa seperti Monster Hunter yang sesungguhnya. Setelah uji coba tertutup pertama yang hanya menjangkau Amerika Utara dan Eropa, kini giliran Indonesia dan pemain global lainnya untuk mendapatkan kesempatan.


Kesan Pertama: TiMi dan Warisan yang Dibawa

Kolaborasi antara Capcom dan TiMi Studio Group memang patut dicermati. TiMi bukanlah nama asing di ranah mobile; portofolio mereka mencakup Call of Duty: Mobile dan Pokémon UNITE, dua judul yang membuktikan kemampuan mereka dalam mengadaptasi waralaba besar ke layar sentuh tanpa menghilangkan esensi.

Namun, hadirnya TiMi juga memunculkan tanda tanya soal model monetisasi yang akan diusung. Produser Capcom, Genki Sunano, dan produser TiMi, Dong Huang, dalam wawancara terpisah menyebutkan bahwa tujuan utama mereka adalah memperluas akses ke basis pemain seluler, terutama di Asia. Itu adalah alasan yang masuk akal. Tapi bagi pemain yang pernah merasakan pahitnya model "pay-to-win" di berbagai game mobile, kolaborasi dengan TiMi—yang berada di bawah naungan Tencent—bisa jadi sinyal waspada. Untuk saat ini, detail soal monetisasi masih gelap, dan itu mungkin yang terbaik agar fokus tertuju pada kualitas permainan itu sendiri.


Antara Eksplorasi dan Pertempuran yang Tak Pernah Usai

Dari cuplikan yang beredar, Outlanders mengambil pendekatan "open-world survival", berbeda dengan mekanisme hub-and-quest di seri utama. Alih-alih memilih misi dari meja guild, pemain bebas menjelajahi pulau misterius bernama Isoland, mengumpulkan material, dan membangun markas. Ini bukan hanya sekadar eksplorasi; ada sistem crafting yang terintegrasi erat dengan dunia sekitar.

Outlanders juga menghadirkan 14 jenis senjata yang akan tersedia saat rilis nanti, jumlah yang sama dengan seri utama seperti Monster Hunter:

World dan Rise. Namun, adaptasi ke platform seluler memaksa pengembang untuk melakukan penyederhanaan pada kontrol, terutama karena layar yang lebih kecil dan keterbatasan input. Tim pengembang berupaya menjaga esensi pertempuran Monster Hunter, termasuk mekanisme memotong bagian tubuh monster tertentu, namun dengan sentuhan yang lebih ramah untuk perangkat seluler.


Peluang untuk Pemain Indonesia

Ini adalah poin yang paling relevan. Tidak seperti uji coba sebelumnya yang terbatas di NA dan EU, kali ini Indonesia termasuk dalam daftar negara yang bisa mendaftar. Saya sudah mencoba langsung proses pendaftaran di situs resmi, dan opsi "Indonesia" tersedia di menu drop-down.

Syarat perangkatnya juga menarik: minimal Snapdragon 845 untuk Android (setara dengan Samsung Galaxy S9 atau Poco F1) atau iPhone XR untuk iOS. Spesifikasi ini tergolong moderat untuk ukuran game mobile sekelas Monster Hunter. Bahkan pemain dengan perangkat beberapa tahun lalu masih punya kesempatan. Ada dua jalur pendaftaran: umum dan kreator (khusus konten kreator dengan minimal 3.000 followers di YouTube, TikTok, atau Twitch). Periode pendaftaran berlangsung hingga 21-22 April 2026 (tergantung zona waktu). Perlu diingat bahwa ini adalah uji coba yang datanya akan dihapus (data wipe) dan tidak ada pembelian dalam aplikasi (No IAP).


Kesimpulan: Antara Antusiasme dan Skeptisisme

Monster Hunter Outlanders menjanjikan sesuatu yang selama ini hanya jadi mimpi basah bagi penggemar game mobile: pengalaman Monster Hunter yang proper, lengkap dengan eksplorasi dunia terbuka, pertempuran melawan monster raksasa, dan sistem crafting yang mendalam. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: mampukah Capcom dan TiMi menyeimbangkan antara "aksesibilitas seluler" dan "kedalaman permainan"?

Selain itu, ada kekhawatiran yang tak kalah penting: apakah model free-to-play dengan dukungan TiMi Studio Group akan menghasilkan pengalaman yang adil bagi semua pemain, atau justru terjebak dalam praktik monetisasi yang agresif? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin baru bisa terjawab setelah kita benar-benar memegang kendali karakter kita sendiri di pulau misterius itu. Namun satu hal yang pasti: untuk pertama kalinya, pemain Indonesia tidak hanya menjadi penonton.

Mereka punya kesempatan untuk menjadi bagian dari uji coba global. Apakah kamu sudah mendaftar?

Share

N/A
Admin Admin

Akun admin default untuk setup awal.

Artikel Terkait

Komentar

Memuat komentar...

Newsletter